Drama Sampah Plastik di Indonesia

  

Ditulis oleh Natasya Putritama, 23 Februari 2022


    Siapa yang tidak tahu bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara penyumbang sampai plastik terbesar di dunia? Permasalahan sampah menjadi isu global yang mengkhawatirkan seiring perkembangan zaman di era modern. Gaya hidup modernitas membuat penggunaan plastik semakin meningkat. Namun, pemakaian produk plastik yang semakin bertambah ini tidak dibarengi dengan manajemen pengelolaan sampah plastik yang sesuai. Akibatnya, kondisi ini memperburuk jumlah sampah plastik di dunia. Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara penyumbang sampah terbesar di dunia setelah India dan China pada peringkat ke-1 dan ke-2, dilanjuti dengan Amerika Serikat dan Brazil pada peringkat ke-4 dan ke-5.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021 menyebutkan limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di tahun 2018 memperkirakan sekitar 0,26 juta-0,59 juta ton plastik ini mengalir ke laut, hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik laut terbesar ke-2 di dunia berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jambeck pada tahun 2018. Tentunya hal tersebut dapat mengkhawatirkan jika tidak mendapat penanganan khusus, karena tentu banyak dampak buruk yang dapat terjadi. berikut ini contoh dampak dampak buruk sampah bagi lingkungan yang dapat terjadi:

Pencemaran air

     Sampah plastik, baik yang bentuknya masih utuh atau sudah hancur menjadi partikel kecil, bisa mengakibatkan pencemaran air. Hal ini dapat terjadi karena plastik membawa zat kimia, seperti bifenil poliklorinasi dan pestisida, yang dapat mengontaminasi air serta meracuni dan merusak habitat makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya. Ketika dikonsumsi oleh hewan laut, racun ini juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia bila sampai hewan laut tersebut diolah dan dikonsumsi.

Pencemaran tanah

    Dampak sampah plastik selanjutnya adalah pencemaran tanah. Partikel mikroplastik, logam berat, dan zat kimia hasil dari proses penguraian plastik dapat masuk ke dalam lapisan tanah serta menempel pada tumbuhan yang tertanam di dalamnya, seperti sayuran dan buah-buahan. Bila sayuran dan buah tersebut dikonsumsi oleh manusia, risiko terjadinya berbagai jenis penyakit pun dapat meningkat. Kontaminasi sampah plastik ini juga bisa membuat kondisi tanah menjadi tidak subur.

Pencemaran udara

      Proses pembakaran sampah plastik yang dilakukan secara terbuka bisa mengakibatkan terjadinya polusi udara. Hal itu disebabkan oleh adanya partikel mikroplastik, logam berat seperti kadmium dan timbal, serta bifenil poliklorinasi yang terlepas dan mencemari udara. Selain berbagai polusi di atas, masalah sampah plastik juga kerap memperparah pemanasan global dan perubahan iklim di seluruh dunia. 

    Untuk mencegah dampak dampak buruk diatas, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai upaha untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia, sebagai berikut:

1. Bangkitkan Kesadaran dan Kepedulian Terhadap Lingkungan

        Sekarang waktunya kita untuk sabar bahwa permasalah sampah di Indonesia bukanlah tugas pemerintah saja. Namun, hal tersebut merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mari kita mulai menumbuhkan rasa peduli kita terhadap lingkungan.

2. Mulailah dari Rumah

    Mulailah kebiasaan membuang sampah pada tempatnya di rumah. Sediakan tempat sampah di setiap ruangan rumah. Ada baiknya dipisahkan antara sampah plastik dan non plastik, agar lebih mudah dikelompokan di tempat pembuangan akhir nanti. 

3. Cobalah Kurangi Pemakaian Plastik

    Plastik termasuk jenis sampah non oraganik yang sulit diuraikan, maka kurangilah pemakaian plastik dalam kegiatan sehari hari. Contohnya, gunakan kantung yang terbuat dari kertas (paperbag) saat berbelanja, serta kurangi penggunaan sedotan plastik dan ganti dengan sedotan berbahan stainless. 

4. Mengisi waktu luang dengan keterampilan

    Untuk pelajar atau mahasiswa diharapkan untuk membantu proses penanggulangan sampah daur ulang. Sekarang sudah banyak dijumpai contoh daur ulang sampah yang menjadi nilai jual yang tinggi.


    Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita perlu peduli dengan kondisi lingkungan kita. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah, mulai dari hal kecil seperti mengurangi pemakaian plastik dalam kegiatan sehari hari. Sekecil apapun hal yang kita lakukan, hal tersebut sudah memiliki dampak besar untuk memperbaiki permasalahan sampah di Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi? 

Komentar